Berangkat dari Forum Diskusi Ilmiah Persuadaraan Quantum Darussalam, Zulfan alias Pak Tani, terus mengembangkan spiritnya untuk melakukan kampanye pertanian dan peternakan organik dalam wilayah Aceh Timur. Awalnya Pak Tani mempunyai konsep pengembangan ekonomi dayah melalui pertanian dan peternakan organik. Baca artikel saya sebelumnya di platform steemit berjudul.“Konsep Pak Tani : Pemberdayaan Ekonomi Dayah Sektor Pertanian dan Peternakan Organik”.


Pak Tani ( Baju Merah) didampingi Kepala SMKN 1 Indra Makmur Rahmatsyah Putra, dewan guru dan paljar kelas pertanian. (Foto : @ilyasismail)


Kosep tersebut telah telah terealisasi di Dayah Al Qurani, Desa Seunubok Tuha, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Indonesia. Saat ini persiapan lahan pertanian telah disiapkan Pak Tani bersama santri dayah tersebut. “Insya Allah pekan ini, areal pertanian Dayah Al Qurani siap tanam. Untuk tahap awal kita lebih fokus pada tanaman palawija,” kata Pak Tani kepada penulis.

Ternyata semangat Pak Tani meningkatkan perekonomian rakyat lewat sektor pertanian dan peternakan organik tidak mentok di seputaran pemberdayaan ekonomi dayah saja. Akan tetapi setelah Pak Tani bergabung dengan Forum Persaudaraan Quantum Darussalam, sprit Pak Tani semakin meningkat untuk menyampaikan ilmu pertanian organik dengan tulus kepada generasi Aceh Timur.


Pak Tani saat berbincang dengan Kepala SMKN 1 Indra Makmur dan dewan Guru (Foto By : @ilyasismail)


Hari ini, Pak Tani bersama penulis dengan modal ketulusan, sejak pagi telah menyapa para guru dan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 1 Indra Makmur untuk menyampaikan konsep wirausaha pertanian, dan konsep sekolah kejuruan pertanian, perkebunan dan Peternakan yang mandiri.

Kedatangan Pak Tani dan penulis disambut Kepala Sekolah, Rahmatsyah Putra dan dewan guru bidang study pertanian dan peternakan di sekolah tersebut. Pada kesempatan itu, Pak Tani dan penulis menyempatkan diri melihat langsung lokasi peternakan kambing dan lahan pertanian di Sekolah Kejurauan Pertanian itu.


Pak Tani saat melihat langsung peternakan kambing binaan PT. Medco E&P Malaka di SMKN 1 Indra Makmur.(Foto: @ilyasismail)


Menurut Pak Tani, SMKN 1 Indra Makmur harus bangkit menjadi sekolah kejuruan mandiri yang mampu menghasilkan produk pertanian yang dapat dipasarkan untuk kebutuhan petani dalam wilayah Aceh Timur dan Provinsi Aceh. “Selain menjalankan proses belajar mengajar sesuai kurikulum sekolah. Siswa SMKN 1 Indra Makmur juga harus mampu menguasai ilmu wirausaha produsen bibit pertanian yang dapat dipasarkan kepada petani di Aceh dan Indonesia,” ujar Pak Tani.


Pak Tani sedang membahas pertanian organik dengan dewan guru SMKN 1 Indra Makmur (Foto Bt: @ilyasismail)


Lanjut Pak Tani, lewat ilmu pertanian, sekolah kejuruan juga mampu menciptakan kader-kader wirausaha pertanian yang berbakat. “Kita tidak terfokus pada pengenalan cara bertani saja, akan tetapi pelajar sekolah kejuruan pertanian, juga mampu menciptakan wirausaha muda pertanian Indonesia, sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampuni untuk membuka lapangan kerja pertanian dalam meningkatkan ketahanan pangan bangsa ini,” papar Pak Tani kepada penulis dengan semangat Persaudaraan Quantum Darussalam.

Forum Quantum Darussalam

Karena di awal artikel ini saya menyebutkan tentang Quantum Darussalam, pastinya saya juga akan menjelaskan apa itu Quantum Darussalam?. Quantum Darussalam adalah forum diskusi keilmuan transpormasi cara pikir generasi muda Aceh, yang rutin digelar diskusi setiap Selasa malam di Aceh Timur. Forum ini bangkit berawal dari semangat Quantum Ikhlas, setelah datangnya Penulis Buku Quantum Ikhlas dan Motivator Indonesia Erbe Sentanu ke Aceh Timur beberapa waktu lalu.


Diskusi Ilmiah Transpormasi Berfikir Generasi Muda Quantum Darussalam bersama Penulis Buku Quantum Ikhlas Erbe Sentanu di Idi Aceh Timur, Aceh Indonesia.


Forum Persaudaraan Quantum Darussalam, anggotanya terdiri dari berbagai kalangan, termasuk dari Kalangan PNS, Perangkat Desa, Jurnalis, TNI, Polri, Akademisi, Mahasiswa, Tokoh Masyarakat, Olahragawan, Tokoh Politik dan kalangan Pemuda. Berbicara Pertanian dan peternakan organik adalah telur yang menetas dari diskusi ilmiah yang kami laksanakan dalam Forum Quantum Darussalam.

Penulis sendiri adalah salah seorang anggota Forum Persaudaraan Quantum Darussalam, konsep-konsep diskusi ilmiah dari Forum Quantum Darussalam, kini mulai menetas dan bergerak untuk membangkitkan pola pikir ikhlas dalam meningkatkan kesejahteraan diri sendiri dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia sebagai Rahmatan lil ‘alamin. Jangan Tunda Bahagia.

Menye Tatuoh Peulaku Boh Labu Juet Keu Asoe Kaya

(Kalau tahu cara mengelohnya labu jadi srikaya)

(Hadih Maja)

By : @ilyasismail

SALAM KOMUNITAS STEEMIT INDONESIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *