Hana Meunang Ureung Beuheu, Hana Taloe Ureung Bijaksana

“Hana Meunang Urueng Beuhe, Hana Taloe Urueng Bijaksana”

(Orang-Orang Berani Belum Tentu Meraih Kemenangan, Tidak kalah orang-orang bijaksana)

Kita jangan silau dengan kekuatan lawan sehingga kita cepat gentar. Yakinlah kekutan besar belum tentu mengalahkan yang kecil. Karena ada faktor lain di luar kekuatan manusia yang menentukan kemenangan. Lihatlah semut bukan berarti dia kecil lemah, kecil bukan berarti tak mampu, justru yang besar akan mendapatkan kekalahan karena tidak bijaksana dan bersatu. Kira-kira begitulah makna Hadih Maja Aceh yang saya tulis di atas.

Kata bijak yang diucapkan endatu kita dulu mempunyai makna yang sangat luas. sudah pasti kata bijak itu berdasarkan kepada kaidah dan sejarah besar dalam agama kita. Dalam Al- Quran, Allah juga menyemangatkan Nabi Muhammad SAW:

“Betapa banyaknya negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari pada (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolongpun bagi mereka.”

(QS. Muhammad: 13)




Source Image

Jika kita menganggap diri kita lemah berarti kita telah menciptakan pemikiran yang negatif dan kita akan mendapatkan kekalahan. Jangan pernah kita menyerah dengan keadaan karena kita belum pernah melangkah. Itu sama seperti orang-orang yang kalah sebelum berperang. Setiap orang mempunyai potensi untuk menang, dan pikiran kita juga akan menentukan kemenangan kita, jika kita selalu berfikir dengan ikhlas bahwa kita akan menang, Insya Allah kita akan menuju kemenangan. Seperti kita berkaca di depan cermin, jika kita memalingkan wajah kita, maka akan terlihat dicermin wajah kita juga berpaling, jika kita dengan wajah optimis akan kelihatan dicermin wajah yang optimis.


Source Image

Setiap orang pasti mempunyai potensi untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik, meski dirinya dari golongan terkecil, punya kesempatan dan kemampuannya untuk bijaksana dalam mengontrol intelektulitasnya. Belum tentu orang-orang yang berasal dari komunitas yang besar saat ini mempunyai intelektulitas hatinya untuk menuju kemenagan. Meski orang-orang yang datang dengan kuantitas yang besar akan berusaha mencari pengaruh dengan berbagai cara tanpa menyadari sebesar apa potensi yang ada pada diri mereka. Bahkan mereka juga tidak mengetahui pengaruh mereka sudah mulai luntur akibat mereka telah banyak melakukan hal-hal yang negatif, dan pelan-pelan mulai
sirna.

Untuk itu kita dari kelompok yang lemah jangan pernah kalah sebelum bertanding, kita harus percaya pada diri kita sendiri dengan penuh keyakinan bahwa kita mampu menjadi yang terbaik. Dalam buku Terapi Berfikir Positif buah karya Maestro Motivator Muslim Dunia Dr. Ibrahim El Fiky menulis, “Percaya diri adalah berbuat dengan penuh keyakinan. Apa pun tantangan yang dihadapi dan dalam kondisi apapun Ia akan mengapai cita-citanya. Rasa percaya diri adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk maju dan berkembang, serta selalu memperbaiki diri. Tanpa rasa percaya diri, seseorang akan hidup di bawah bayang-bayang orang lain.”

Source Image

Pada intinya, artikel saya ini untuk memberi semangat kepada kawan-kawan yang datang dengan kuatitas yang minim untuk mencari kesuksesan. Meski kita datang dari kelompok yang minim, akan tetapi kita harus mementingkan kuantitas kita sebagai orang yang bijaksana dan yang tidak mudah menyerah, jangan jadikan minimnya biaya sebagai alasan kita untuk tidak mendapat kemenangan sebesar-besarnya. Yang terpenting Anda semua harus tanam niat untuk menyelamatkan diri Anda, agar tidak memakan hak orang lain, sehingga hati Anda akan bijaksana untuk menuai kemenangan dengan kemulian. “Kecil bukan berarti tak mampu, justru besar terkadang lebih sulit untuk bersatu”.

Jangan Tunda Bahagia

By: @ilyasismail

Please Follow Me in Steemit.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *