Menjaga Kebersihan Dalam Sudut Pandang Hadih Maja Aceh

Menjaga kebersihan merupakan suruhan agama, kebersihan diri dan lingkungan adalah upaya mewujudkan kesehatan. Jika kita semua hidup sehat tentunya akan memperoleh kebahagian. Dalam Agama Islam, kebersihan itu sangat melekat pada orang-orang beriman. Hadis Nabi Muhammad SAW;

“Kebersihan itu sebagian dari iman”. (HR. Ahmad)


Hadits Nabi tersebut mejelaskan kebersihan itu sebagian dari iman. Niscaya seorang muslim itu telah memiliki iman yang sempurna, apabila dirinya, tempat tinggalnya dan lingkungannya bersih dan suci. Dengan memaknai hadis Nabi Muhammad SAW, maka saya dapat menulis hadih maja (kata bijak) Aceh dalam dua bait yang bunyi nya begini :

Gleh deuh meiman, Kuto toe ngen mate
(Bersih kelihatan beriman, Jorok dekat dengan mati)

Makna hadih maja, kebersihan adalah pakian orang beriman, sedangkan kotor, tidak suci, lingkungan yang kotor akan berdampak timbulnya berbagai penyakit menular yang dapat menyebabkan kita sakit dan mematikan. Maka pada bait kedua kata bijak itu saya atur kalimat “Kuto Thoe ngen Mate”, Maksudnya jika lingkungan rumah kita tidak bersih dapat bersarang nyamuk Aides atau nyamuk denggi (demam berdarah) yang mengakibatkan menjadi penyakit mematikan dan menular, atau akibat lingkungan dan sanitasi yang tidak bersih dapat mengakibatkan penyakit TBC (Tuberculosis) dan penyakit menular lainnya, yang berakibat kepada penderitaan.

Bak taduek mupayeh, bak taeh mupaya
(Saat kita duduk tidak berdaya, ditempat tidur bagaikan paya)

Makna dari hadih maja Aceh tersebut ketika kita berada dalam kondisi yang kotor sudah pasti, fisik kita juga lemah atau kurang semangat. Tidak jauh-jauh seperti kita yang tidak biasa dengan kondisi rambut gondrong, berewok dan kumis panjang, pasti kita risih dan terasa kurang semangat. Begitu juga jika lingkungan kita kotor, sudah pasti tempat tidur kita seperti rawa (paya), sangat-sangat tidak sehat dengan kondisi dekat tempat tidur banyak kotoran tikus, banyak kecoa dan banyak nayamuk, sungguh tidak menyenangkan.

Penyaket Bek Tamita, Bahya Bek Talake
(Penyakit jangan dicari, bahaya jangan diminta)

Maknanya jangalah kita kita suka mencari-cari kesusahan, dengan membiarkan diri kita sendiri tidak bersih dan lingkungan kita yang jorok. Ketika kita mau menjaga kebersihan diri dan lingkungan kita, niscaya kita tidak repot bolak-balik ke rumah sakit. Tidak sakit kita sendiri, sakit anggota keluarga kita, yang pasti sangat merepotkan ketikan harius tidaur dan dirawat di hospital, bahkan dapat mengganggu aktifitas kerja kita. Kalau engak sakit sudah 1 hektar menanam padi di sawah, tapi jika sudah sakit terpaksa tidur dan pajoh pade bijeh di rumoh (Makan padi yang disimpan untuk benih di rumah).

Source Image
Untuk itu mulai hari ini, mari kita sadar akan kebersihan diri kita sendiri, lingkungan kita masing-masing, bahkan lingkungan desa kita, dan lingkungan kota kita, mari kita gerakkan gotiongroyong massal, sadar buang sampah pada tempatnya, dan gerakan 3M disekitar rumah kita, agar kita semua hidup sehat dan daerah kita menjadi daerah yang ASRI. Kota kita juga menjadi kota ADIPURA. Sangat penting mari kita bersihkan hati kita dari sifat-sifat iri, dengki dan khianat, ciptakan selalu hati yang ikhlas. Jangan Tunda Bahagia, Senantiasa Bahagia, dan Bersyukurlah.
By: @ilyasismail
SALAM KOMUNITAS STEEMIT INDONESIA

Please Follow Me in Steemit.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *