Assalamualaikum…. Wr..Wb…

Pada artikel ini saya ingin menulis sedikit tetang Politik Pingkom Gutee, tentunya pembaca sedikit kebingungan ketika mendengar bahasa Pingkom Gutee. Bahasa Pingkom Gutee adalah bahasa Aceh; Pingkom = Memijit dengan dengan kuku jempol. Gutee = Kutu Rambut. Pingkom Gutee = Artinya membunuh kutu rambut dengan cara memijit menggunakan kuku jempol.

Kata Pingkom Gutee dalam artikel ini sebagai istilah sindiran kepada orang-orang yang menggunakan politik untuk kepentingan pribadi. Misalnya sesorang calon anggota legislatif maju dengan niat untuk memperkaya diri saja, bukan dengan niat karena Allah untuk menjadi wakil rakyat dan bekerja untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tupoksinya seorang anggota legislatif. Misalnya, ketika seorang calon legislatif pada saat ini kepada masyarakat Ia menjajikan laut dan darat akan ditanggungnya, jika dirinya lolos menjadi anggota legislatif pada tahun 2019 nanti. Namun saat dirinya terpilih menjadi anggota legislatif, apa yang dijanjikan kepada masyarakat ketika masa kampanye terlupakan semuanya.

Bek cok tapaoi bak pingkom gutee

Mita bak ulee ceupet beuteuga

Watei geupingkom ngeuram bukon le

Gutee pih mate puas lagioe na

Ketika seorang melakukan Pingkom Gutee akan menujukkan tingkah menggeramkan, agar kutu rambut itu cepat mati, jika tidak mengeluarkan suara TIP saat melakukan Pingkom Gutee, akan dilakukan pingkom ulang hingga gutee itu benar-benar mati. Setelah gutee mati dirinya merasa sangat puas dan tidak peduli apapun lagi.


Source Image

Jangan berpolitik pingkom gutee. Karena jika politik ini di anut oleh calon legislatif yang akan maju pada Pilleg 2019 nanti, niscaya kedepan masyarakat tidak akan mencapai kemajuan, tetapi sang anggota legislatif yang dapat bermewah-mewah saja. Kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat Aceh kedepan sangat tergantung pada lembaga legislatif. Kami rakyat sangat mengharapkan semua calon legislatif untuk memasang niat Ikhlas dengan tujuan ingin mensejahterakan rakyat dan membangun negeri ini yang telah lama porak-poranda oleh ancaman oknum-oknum yang menganut Politik Pingkom Gutee.


Source Image

Hal ini jangan terjadi, “Segolom Juet ke Dewan ek honda, oh kajuet ke dewan lewat ngen moto meu kaca moto hana peuhah le, han yum kamoe rakyat,yang kaleuh meupileh.”. Hari ini kita sebagai pemilih harus cerdas juga untuk memilih calon legilatif, karena satu suara kita sangat menentukan masa depan Aceh kedepan. Kata pepatah Aceh, “Telah sithon urueng meugoe, teulah si uroe urueng meurusa”. (Menyesal setahun orang bertani, menyesal sehari pemburu rusa).

Karena calon legislatif yang kita pilih untuk masa jabatan lima tahun, bukan untuk satu hari. Sungguh sangat rugi suara yang kita berikan kepada caleg-caleg yang berpolitik Pingkom Gutee, terkadang kita tidak sadar dengan mendapat seidikit bayaran, selembar jilbab, satu baju kaos sareng santan, ternyata kita terjebak oleh oknum Caleg Berpolitik Pingkom Guteem, sungguh rugi kita rakyat selama lima tahun.

Contohi pemimpin dunia dan kerajaan sebelum kita, mereka telah memimpin negeri ini dengan niat penuh ikhlas, sehingga negeri itu makmur, aman dan rakyatnya sejahtera. Bahkan Negeri yang telah menjadi sekuler dapat dirubahnya kembali menjadi sebuah negeri yang mengamalkan syariat Islam yang kaffah. Begitu juga pemimpin kita dahulu Sulthan Iskandar Muda, Sang duli yang mulia Meukuta Alam mampu mengikat hubungan dengan kerajaan besar di dunia seperti dengan Utsmaniyah Turky, dan Sulthan Iskandar Muda mampu membangun rakyatnya sejahtera. Adakah pemimpin Aceh kedepan seperti sosok Sulthan Iskandar Muda hadir untuk Rakyat Aceh.

Source Image

Lihatlah sedikit sejarah. Sejak tahun 1924 Utsmaniayah Turky tumbang, hampir seratus tahun lamanya. Namun dua periode ini Turky kembali bangkit dengan hadirnya pemimpin yang ikhlas memimpin negeri Turky, yaitu Recep Tayyip Erdoğan. Kini Turky di kepimpinannya selama dua periode, Turky kembali berjaya. Apakah seiring kejayaan Turky, Naggroeu Aceh Darussalam akan jaya kembali, Insya Allah jika elit-elit politik di Aceh tidak menganut Politik Pingkom Gutee. Jangan Tunda Bahagia, Semoga Aceh kedepan makmur dan sejahtera serta masyarakat kita taat dalam menjalankan syariat Islam.

Not : Jangan Pernah Anda melupakan sejarah, karena bangsa yang melupakan sejarah, bangsa tersebut akan menjadi kerdil. Sejarah itu perlu di kenang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *