Hari ini, saya selaku masyarakat Aceh bergembira dan bersyukur ketika membaca berita Headline Surat Kabar Harian Serambi Indonesia, berjudul “Mantan Elite GAM Bersatu Kembali”. Ketika ada kalimat bersatu kembali, berarti sebelumnya ada perpecahan yang seharusnya tidak pernah terjadi. Karena perpecahan dan perselisihan antara kaum muslimin adalah fitnah dan keburukan, banyak nash dalam Al Quran yang menyeru kita semua untuk tidak berpecah belah dan mengajak kita untuk bersatu. Sebagaimana firman Allah dalam Al- Quran :

“Berpegang-teguhlah dengan tali Allah,
dan janganlah kamu berpecah-belah.”

(Ali Imran: 103)

Pada artikel ini, saya sabagai masyarakat yang sangat menncintai persatuan dan berharap perdamaian Aceh abadi, maka di sini saya ingin menambahkan sedikit bumbu rasa ikhlas dalam persatuan ini. Yakinlah jika parsatuan dengan rasa keikhlasan dapat menjadi modal besar untuk meraih kemenangan. Sesungguhnya perbuatan yang bernilai senantias terbungkus dengan niat yang tulus.


Source Image

Ketika persatuan dan kerukunan sudah terjalin dengan rasa ikhlas, maka akan selalu melahirkan kesamaan dan saling mengesampingkan perbedaan, pastinya ada sikap yang rendah diri dan saling mengalah untuk mengapai tujuan dan kemanengan dengan bijaksana. Seperti kata Hadih Maja Aceh di bawah ini :

“Suroet lhee langkah, mereudah diri, mangat geuturi geutanyoe bijaksana”

(Surut tiga langkah, meredahkan diri agar orang-orang mengenal kita bijaksana)

Sangat pantas rasa ikhlas melandasi persatuan ini, sehingga tidak terbukanya celah-celah provakasi murahan yang selalu menginginkan kita berpecah belah dan bermusuhan. Padahal permusuhan itu adalah perbuatan yang sangat disukai oleh iblis dan dibenci Allah SWT. Rasa Ikhlas akan menutup celah-celah untuk iblis dalam menghancurkan persatuan kita, dan ketika rasa ikhlas sebagai modal maka iblis pun akan menyerah :

“Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.”

(QS Shad 82-83).

Insya Allah, jika kita jadikan rasa ikhlas sebagai ruh untuk menjalin persatuan yang erat bicara kesamaan akan selalu terungkap dan perbedaan dengan sendirinya akan sirna. Dengan rasa ikhlas juga akan menangalkan semua atribut yang berbeda. Tidak ada lagi memandang siapa dan mengapa, karena yang kita lakukan adalah karena Allah semata untuk kebaikan dan kesuksesan kita semua saat ini, dan untuk masa akan datang.

Harapan persatuan dengan rasa ikhlas dapat terjalin dengan semua elemen masyarakat Aceh, mulai dari kalangan elite, hingga ketingkat yang paling bawah serta dengan elemen lainya. Mari kita Rajut Persaudaraan selagi masih ada waktu. Jangan Tunda Bahagia.

Pepatah Aceh :

“Oen Balek Baloe, Oen panjoe tasumpai plok geutanyoe sabe keudroe-droe pue pasai ta meu antok”

By : @ilyasismail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *