Sikap Hidup Seimbang Dalam Hadih Maja Aceh


Source Becground Image

Jak beulaku linggang, pinggang beulaku ija,tameungui beulaku tuboh, tapajoh beulaku atra
(Berjalan sesuai lenggang, melingkar pinggang sesuai kain, berhias sesuai tubuh, makan sesuai harta)

Nilai pendidikan sikap hidup seimbang sangat jelas tersurat dalam hadih maja tersebut. Jak beulaku linggang(Berjalan sesuai lenggang) maksudnya seseorang akan berjalan sesuai dengan lenggangnya, bukan dengan gaya melebih-lebihkan lenggang hingga Anda tersandung jatuh. Arti yang luas kita berjalan sesuai dengan jalan kita, kita bekerja sesuai dengan kemampuan kita. Makna yang sama juga terkandung pada bait kedua yaitu Pinggang beulaku ija, kata pinggang sesuai dengan kain, dalam keseharian masyarakat Aceh selalu menggunakan kain sarung, kain sarung yang digunakan dipinggang itu harus sesuai dengan ukuran dan bentuk kain yang ada.


Source Becground Image

Tameungui beulaku tuboh (Berhias sesuai tubuh), maksudnya berhias mengunakan baju sesuai dengan bentuk tubuh dan warna kulit kita, jangan pakai listip warna hitam, karena tidak cocok dengan kondisi budaya Aceh, jangan menggunakan tato di tubuh Anda karena tidak sesuai dengan budaya kita, dan banyak arti yang lebih luas lagi.

Tapajoh beulaku atra(Makan sesuai harta), maksudnya makan seusuai dengan kemampuan kita, jangan modal Rp 10.000 lalu kita makan semangkuk kari kambing yang harganya Rp 30.000/ porsi, tapi lebih layaknya kita makan nasi serba Rp 6.000 saja lebih seimbang dengan uang yang tersedia. Hadih maja di atas dapat kita artikan bahwa dalam menjalani kehidupan itu haruslah seimbang, dan sesuai dengan kemampuan kita, jangan terlalu ikut-ikutan dengan orang –orang yang punya kemampuan, orang yang mapan akan hidup seimbang juga seuai dengan kemapanannya.


Source Image

Jak rang jak binteh, jak pha jak gateh
(Jalan tiang jalan dinding, jalan paha jalan betis)

Hadih maja di atas dapat kita maknai dan kiasan kepada orang miskin yang ikut-ikutan menyamakan diri dengan orang-orang kaya, akhirnya mengalami kesengsaaraan yang akan diperoleh, karena tidak mampu mengimbangi dalam menjalani kehidupan. Sungguh maha adil Allah SWT, yang telah menciptakan makhluknya berpasangan, ada orang kaya, ada orang miskin, ada siang ada malam, ada lelaki ada perempuan, dan Allah juga menciptakan dunia dan akhirat, kehidupan dunia dengan akhirat juga harus seimbang, jangan selalu mengejar dunia semata lalu melupakan adanya hari pembalasan yaitu hari akhirat nanti.

Ta ibadat beumeusahaja, Tameutani beuna saba, Ta meulaot beujuet keumaja, Tameukat beuna keunira
(Beribadah harus bersahaja, bertani harus bersabar, Melaut harus bisa merajut jaring, berdagang harus ada perkiraan)

Jika kita menjalani hidup seimbang, maka kita selalu bersahaja beribah kepada Allah SWT, jangan tunda-tund waktu ibadah kita. Keseimbangan seorang petani harus penya kesabaran, keseimbangan seorang nelayan dapat merajut jaring dengan pelan, keseimbangan seorang pedagang harus ada perkiraan untung ruginya.

Orang-orang menjalani hidupnya seimbang akan menjalankan semua peran dalam hidupnya dengan baik. Hidup seimbang itu memenuhi semua kewajiban dari setiap peran dalam kehidupannya. Nah jika masih ada yang terbengkalai dan pemuziran adalam kehidupan Anda, maka hidup Anda belum seimbang. Untuk itu mari kita gunakan juga yang hal kita dan sesuai dengan kemampuan kita agar hidup kita seimbang, jangan sarakah untuk mendapatkan hak orang lain dengan menghalalkan segala cara, itu juga namanya bukan hidup seimbang. Jangan Tunda Bahagia, Berbahagialah Senantiasa dan bersyukurlah.

By : @ilyasismail

Please Follow Me in Steemit.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *